Minggu, 10 Mei 2009

Life Time Partner Testimonials

Saya sudah memakai Manajemen Perilaku dan hasilnya sangat menolong saya dalam mengenal diri sendiri dan orang-orang yang berhubungan dengan saya sehingga saya dapat mengembangkan diri dan organisasi yang saya pimpin dengan lebih baik. Sejak itu saya merekomendasikan banyak orang untuk menggunakan Manajemen Perilaku dan mereka sangat berterima kasih.
Drs Syonanto Wijaya, MA
President of President University

Manajemen Perilaku merupakan program yang sangat bagus untuk semua perusahaan termasuk instansi pemerintah karena salah penempatan orang akan menghasilkan ketidaknyamanan bagi pekerja dan kerugian bagi perusahaan. Lebih baik mencegah kesalahan yang bisa berakibat fatal sebelum terlambat.
Fico Kaiser
Presdir PT. Usahajaya Ficooprasional (UFO)

Pada dasarnya setiap manusia memiliki Talenta Utama. Manajemen Perilaku adalah salah satu tool yang mampu menggali Talenta Utama tersebut dengan cara yg mudah, cepat & akurat.
Carlina Patuwo
Presdir  Choice Management Consultants

To understand your employees & others better is the beginning to a better relationship. Behavioral Styles Management provides you with the basic characteristics of individuals. This is useful in business and may be also in other circumstances..
Francisco Budiman
Director PT Indarro Aromatik

Manajemen Perilaku sangat memperkaya pengetahuan kami sehingga dapat lebih memahami sifat manusia, baik teman maupun keluarga yang pada akhirnya membuat hubungan lebih harmonis.
Best Regrads,
John Aditirta Sasmita
Presdir P.T. Mitra Makmurjaya Mandiri / Mitra Z Honda Group

Jikalau Anda menginginkan kemampuan bergaul, berteman dengan siapa saja, baik orang yang baru Anda ketemu atau teman lama dan memiliki hubungan yang baik dengan mereka, maka Manajemen Perilaku ini yang paling tepat untuk Anda pelajari.
Kami telah menggunakannya dan hasilnya memuaskan.
Linda Widjaja
Komisaris PT. Pruvictory Prima Mandiri

Dengan pemahaman dan pendalaman ilmu pengetahuan Manajemen Perilaku, membuat saya bisa lebih memahami Karákter Manusia yang berbeda-beda, lebih mudah bagi saya untuk berkomunikasi dengan orang lain, saat mengadakan rapat rutin dengan tim,  Ilmu pengetahuan ini pasti berguna bagi Anda karena sangat efektif dan berbahagia untuk interaksi dengan orang yang disekitar Anda.
Holman Cendana
Direktur P.T. INFIGYGROUP
Senior Agency Manager-P.T. PRUDENTIAL

"Kita adalah Karunia Ciptaan Tuhan yang Luar Biasa yang sebenarnya berteknologi tinggi & memiliki kekuatan daya Jelajah Tinggi sayangnya kita tidak tau bagaimana menggunakannya, Saya Bersyukur mengikuti Program Manajemen Perilaku Bpk Wiliam Wiguna, setelah saya mengikuti Program tersebut saya dapat kebahagian dapat mengenal Karakter Diri saya yang merupakan titik utama mengunakan kekuatan Super Dasyat yang di ciptakan Tuhan, di program inipun saya bisa mengenal karakter karakter sosial yang lain sehingga selaku Leader yang memanaged langsung Ratusan Financial Konsultan dan Manager ,bahkan saya memanaged Ribuan Financial Konsultan di kantor sekarang saya dapat mudah menggerakan dan berkomunikasi dengan mereka. Dan Hasil Program ini Luar Biasa terhadap perkembangan Bisnis saya sekarang. Bravo Manajemen Perilaku !!
Widi Keswianto SE,MM,AFP,FChFP
Chairman Pru Victory Agency


Program Manajemen Perilaku sangat-sangat bagus terutama untuk memotivasi dan berkomunikasi yg efektif dengan bawahan , atasan maupun yg selevel sehingga yg kami dapatkan meningkatnya kerjasama team dan hasil kerja semakin baik. Bravo untuk Manajemen Perilaku
Salam
Budi Antoni
Operation Manager  Astrido Toyota

Dengan Tehnologi Manajemen Perilaku manusia mampu menjelajah ruang didalam dirinya sendiri untuk  mengetahui kelebihan dan kekurangannya dan dengan mudah memperbaiki kembali. Begitulah Fitrah manusia sebagai Hi - Technologi ciptaan Tuhan. Sudah selayaknya dapat dipergunakan untuk kemajuan diri serta Bangsa & Negara ini menuju kebaikan dan kesempurnaan Hati.
Veve Safitri
BOD of Katahati Institute Indonesia

“Sebelum kita mengenal orang lain mungkin sebaiknya kita mengenal diri kita terlebih dahulu". Setelah saya belajar Manajemen Perilaku saya semakin terpesona akan karya Tuhan di dalam diri saya dan tidak ada kata lain selain mengucap syukur kepada Tuhan.  Manajemen Perilaku membuat saya lebih mengenal diri saya dan lebih mengerti orang lain. Terima kasih kepada Pak William yang dengan semangat dan tulus mengajar saya dan team. Manajemen Perilaku is the BEST !!!
Meni Liau
Senior Agency Manager P.T. Prudential
Financial Challenger

Ada orang yang begitu mudah bergaul dan punya banyak sekali teman. Ada orang yang begitu dihormati oleh banyak orang. Ada orang yang begitu tenang ketika keadaan darurat terjadi. Ada orang yang begitu teratur segala sesuatunya dalam hidupnya. Manajemen Perilaku memberikan wawasan dan pengetahuan akan karakter orang. Yang luar biasa dalam prog Manajemen Perilaku yang dibawakan oleh Pak William Wiguna adalah saya menemukan diri saya yang sebenarnya sehingga saya tahu memakai kekuatan dan menaikkan kelemahan saya ke tingkat rata2. Dengan Manajemen Perilaku saya lebih mudah untuk memahami dan berkomunikasi lebih efektif dengan orang lain dengan memakai bahasa yang tepat sesuai dengan karakter orang tersebut. Walhasil saya bisa berkomunikasi dan memotivasi kolega saya dalam organisasi bisnis saya yang hari ini berjumlah ratusan orang.
Rudy Theios
CEO enTRpreneur$ Indonesia

Sebagai tool untuk mengidentifikasi dan mengembangkan talenta dan kepribadian seseorang, Manajemen Perilaku sangat bermanfaat dan saling melengkapi dengan tool lainnya (misalnya Tes Karunia dan Pelayanan Tiga Warna), sehingga lebih mengoptimalkan penempatan seorang pelayan/pekerja di lingkungan Gereja. TUHAN ikut berkarya melalui Manajemen Perilaku untuk menjadikan seorang individu menemukan tempatnya yang paling tepat. Excellent Manajemen Perilaku!
Ir. Yesaya Yanto Sutrisno
Director Church Management Office GBI Basilea

Pertama tama saya bersyukur mendapat kesempatan belajar dari Pak William tentang  Manajemen Perilaku, saya percaya bahwa saya sangat membutuhkan ilmu ini karena:
Dapat mengenal karakter diri sendiri hanya dalam waktu kurang dari 10 menit
Mengenal karakter pasangan/ teman/ orang lain.
Dengan mengenal dirisendiri dan orang lain, ini berarti kita akan mampu berkomunikasi dg baik dan efektif serta mampu memotifasinya
Sehingga tujuan kita akan tercapai. Dan Saya percaya pula bahwa Manajemen Perilaku sangat dibutuhkan oleh setiap perusahaan utk mendapat orang baik diposisi yg benar dan memotivasi mereka  dan berkomonikasi dg cara yg tepat pula. Setelah mendapat pelatihan dari Pak William, hampir setiap clients saya ceritakan betapa dahsyatnya Manajemen Perilaku yang juga berguna utk lebih mengharmoniskan hubungan keluarga mereka. Dan hasilnya sungguh sangat luar biasa. Mereka bilang terimakasih Pak Rai, dan saya jawab bilang terimakasih saya ke Pak William...ya.. Manajemen Perilaku dahsyat
N. Wibawa Darma (rai)
GA Manager Pru Harmoni – DPS

Dengan Manajemen Perilaku kita bukan hanya mengetahui siapa diri kita , tetapi juga apa yang sedang terjadi pada  kita.  Atau kalau dapat kita analogikan, kita mengetahui bukan hanya iklim diri kita tetapi juga cuaca yang ada pada kita saat itu. Metode ini sangat membantu pada saat rekrutmen team, maupun pada saat coaching team kami, untuk mencapai mimpi besar mereka. Sukses untuk CARE PLUS INDONESIA.
Sari Kristianti
Director ~ INDOSARI GROUP

Setelah saya mengenal Manajemen Perilaku, saya merasakan bahwa program ini memberikan manfaat yang luar biasa. beberapa manfaat program Manajemen Perilaku yang saya rasakan dalam meningkatkan kualitas diri adalah saya jadi lebih dapat memahami kontrol emosi dan persepsi, lebih memahami kelemahan dan kekurangan diri sendiri. adapun manfaat Manajemen Perilaku pada kehidupan sosial saya seperti saya lebih dapat memahami personality manusia yang berbeda-beda dan bagaimana memanfaatkannya, mempermudah untuk coaching ke para agen dan mempermudah untuk me”lead” mereka, lebih memahami bagaimana berhubungan dengan keluarga seperti istri dan anak begitu pula dengan manager dan karyawan di perusahaan sehingga dapat menciptakan hubungan yang lebih harmonis. Salam sukses dari saya!
Januri Abdi Ikwan
Director PT Kharisma Citra Synergy – Denpasar

Point penting yang bermanfaat dari Manajemen Perilaku ini buat saya adalah : Bagaimana memotivasi diri kita untuk perubahan ke arah yang lebih baik setiap saat setiap waktu untuk kita terus belajar  mengikis setiap kekurangan pada diri kita serta membangun karakter untuk mencapai potensi diri yang optimal.
Apabila hal itu telah kita upayakan, maka hubungan dengan orang lain, baik dalam lingkungan keluarga, sosial,maupun didalam pekerjaan akan menciptakan suasana yang lebih terkendali. Sehingga harapan selanjutnya adalah akan membangun komunikasi yang lebih sehat, baik itu dalam merespon orang, berhubungan dengan orang, maupun membantu orang.
Rianti Budiman
Director - P.T. Mitrasatriya Perkasautama

Hidup adalah perjalanan, bahwa dalam menjalaninya akan semakin bermakna dan berarti apabila kita dapat mengetahui seperti apa diri kita sebenarnya. Setelah mempelajari Program Manajemen Perilaku yang diperkenalkan oleh bapak William Wiguna, kami dapat mengenal dan mengontrol karakter kami. Sehingga dapat mempermudah dalam mengembangkan bisnis dan organisasi yang kami pimpin. Dengan cara Manajemen Perilaku ini pula kami dapat mengoptimalkan kemampuan dalam berinteraksi dengan sesama di lingkungan keluarga dan sosial. Manajemen Perilaku adalah suatu metode yang nyata dalam membantu kami mencapai Goal-Goal dalam hidup yang kami inginkan. GO Manajemen Perilaku! We recommend It !
Safitri Chandra Kirana, FChFp (Senior Agency Manager                Prudential Life Assurance) &
Iskandar Zulkarnain (Entrepreneur)

Sebagai alat untuk membaca profil karakter seseorang menurut saya Manajemen Perilaku adalah tools yg simple, cepat dan menghasilkan gambaran yg cukup komprehensif. Saya sudah menggunakannya dan menurut saya hasilnya luar biasa saya rekomendasikan alat ini untuk mereka yg ingin memperoleh gambaran komprehensif tentang karakter, talenta, keunggulan diri sekaligus kekurangannya sehingga mampu untuk meningkatkan "Inner-Man" dan berubah secara "Inside-Out". Sukses untuk Pak William.
Ferdinand Gerungan
Director P.T. Axis Global Integrasi


For more detail please contact:

Ir. William Wiguna, CPHR., CBA., CPI.
0818-839469
021-94746539
william.wiguna@gmail.com
Facebook: William Wiguna
YM: william_wiguna
www.bestcharacters.blogspot.com

Rahasia Membaca Seseorang Dalam 10 Menit®

Setuju tidak setuju, adalah sebuah fakta bahwa pola pikir kita sangat menetukan cara kerja kita. Ketika masih duduk di bangku TK, kita diberi banyak mainan dengan tujuan untuk mengenalkan kita terhadap bentuk. Dan salah satu permainannya adalah memasukkan bangun ke dalam bagian yang cocok (lihat Gambar 1.). Jika yang dimasukkan adalah bangun yang salah maka bangun tersebut tidak dapat masuk ke dalam tempat yang kosong. Demikian halnya dengan kita, kita dimasukkan ke sekolah TK, SD, SLTP, SMU, hingga kuliah, bertemu dengan banyak orang dengan tujuan supaya kita belajar, mendapat pendidikan, dan memiliki banyak teman. Pertanyaannya kenapa kita masih bermasalah dengan orang lain? Kenapa pelajaran yang telah kita terima selama ini tidak tuntas padahal kita sudah dewasa? Mari kita renungkan.



Gambar 1. Permainan Memasukkan bangun ke bagian yang sesuai
Betapa berbedanya seorang anak kecil yang masih belajar mainan ketika ditanya mau jadi apa, dibandingkan dengan mahasiswa yang mau lulus dengan pertanyaan yang sama. Berdasarkan pengamatan, justru orang yang tingkat pendidikan yang semakin tinggi tidak mampu memberikan jawaban atas pertanyaan tersebut. Perhatikan, anak kecil yang akan memberikan jawaban lebih cepat bahkan sangat meyakinkan.

Majalah TIME edisi 27 Oktober 2008 dengan headline “Does Temperament Matter?” mengupas lebih detil mengenai temperamen. Lebih lanjut, di dalamnya akan kita temukan artikel yang berjudul “How a President's personality can determine SUCCESS – or failure – in times of crisis” yang ditulis oleh Nancy Gibbs. Di dalam artikelnya, Nancy menjelaskan bahwa saat ini (tahun 2008, masa kampanye calon presiden) yang menjadi sudut pandang masyarakat dalam memilih presiden adalah temperamen calon presiden. Apakah dengan temperamen yang mereka miliki, mereka mampu mengatasi masalah krisis yang sedang terjadi? Tampaknya masyarakat Amerika sangat menaruh perhatian terhadap karakter presiden untuk masa jabatan periode 2009. Karena krisis yang sedang terjadi memberikan dampak yang luar biasa bagi kehidupan masyarakat Amerika, dan mereka sangat concern terhadap presiden yang akan terpilih. 130 juta orang memberikan suara, terbesar dalam sejarah pemilu di USA karena topik yang diberikan adalah membandingkan calon presiden dari sudut pandang karakter. Tentu saja pada minggu berikutnya setelah majalah TIMES terbit pada tanggal 4 November 2008 terpilihlah Barrack Obama dengan kemenangan 2/3 suara, sebagai jawaban atas penilaian masyarakat Amerika.

Kembali pikirkan hal-hal berikut ini, apakah cukup “hanya” memiliki kemauan dan niat yang kuat? Misalnya:
1. bermaksud baik...
2. berharap baik...
3. bersama-sama baik...
4. mengikuti dengan baik...
5. memberikan contoh yang baik...

Mengapa terjadi kesalahpahaman?

Ilustrasi A: Seorang pria A sedang joging, setelah beberapa putaran, selanjutnya dia melakukan tahap pendinginan di sebelah mobil Porsche-nya yang diparkir persis di pinggir jurang. Seorang pria B kebetulan sedang lewat. Di benak pria B ini adalah bahwa pria A sedang berusaha mendorong mobilnya ke dalam jurang. Tanpa basa basi, pria B langsung turun dari mobilnya, berdiri di sebelah pria A yang sedang melakukan pendinginan di sebelah mobilnya, lalu pria B mengerahkan seluruh tenaganya untuk membantu pria A mendorong mobilnya ke dalam jurang. Dan apa yang terjadi terhadap pria A? Tentu saja dia sangat kaget, karena tiba-tiba saja ada pria asing mendorong mobilnya masuk ke dalam jurang, persis di depan matanya. Dan ilustrasi di atas adalah satu contoh dari sekian banyak contoh lain ketika seseorang salah membaca situasi.

Jadi ternyata, setiap orang bisa saja melihat suatu situasi dengan cara yang berbeda. Dan pada kenyataannya, setiap orang memang memiliki cara pandang yang berbeda-beda. Kesalahpahaman sangat sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari.
Ketika seorang atasan mendelegasikan sebuah tugas kepada bawahannya. Apa yang terjadi? Ternyata si bawahan tersebut tidak memahami apa yang seharusnya dia kerjakan, dan dapat dipastikan si bawahan tersebut tidak mengerjakan tugas yang diberikan. Tentu saja sang atasan akan kaget, karena dia merasa telah menjelaskan tugas yang diberikan dengan benar. Lebih parah lagi ketika si bawahan tersebut keluar dari perusahaan tersebut tanpa alasan yang jelas, atau mungkin saja dengan alasan tidak cocok dengan atasan. Kejadian-kejadian seperti ini sangat sering terjadi dalam lingkungan pekerjaan, bukan hanya satu atau dua kasus saja.
Berdasarkan hasil riset, seseorang ingin diperlakukan sebagaimana dia ingin diperlakukan. Perhatikan ilustrasi-ilustrasi berikut yang sangat sering terjadi dalam kehidupan.


Pola Pikir Kita Sangat Menentukan Cara Kerja Kita
Gambar 2. Kesalahpahaman antara suami dan istri


Gambar 3. Kesalahpahaman antara orang tua dan anak

Ternyata kesalah-pahaman juga sering terjadi di dalam keluarga, ketika suami atau istri tidak berkomunikasi dengan cara yang tepat terhadap pasangannya atau ketika seorang ayah menunjukkan sikap yang tidak sesuai dengan perkataannya di depan anaknya. Akibat dari kesalah-pahaman yang terjadi adalah membuat orang itu sendiri kaget, sang istri kaget karena suaminya tidak menangkap makna dari perkataannya, atau si suami akan kaget karena ternyata istrinya menilainya bukan suami yang tepat, atau si ayah akan kaget karena anaknya tidak mengerti penjelasannya.
Hal ini membuktikan bahwa mengenal seseorang itu bukan karena dimensi waktu, karena waktu yang lama tidak bisa menentukan seseorang bisa mengenali orang lainnya.
Jika Anda adalah seorang pribadi yang tidak mengenal perilaku diri sendiri dan tidak mengenal perilaku orang-orang di sekitar Anda, itu berarti Anda sedang mengucapkan salam perpisahan terhadap orang-orang di sekitar Anda.
Sun Tzu mengatakan pada bukunya The Art of War (hal. 51):
• Jika Anda “tahu musuhmu” dan “tahu diri sendiri”, maka Anda pasti menang peperangan
• Jika Anda “ttidak ahu musuhmu” tetapi “tahu diri sendiri”, maka di setiap memenangi perang, selalu ada kekalahan menyertai
• Jika Anda “tidak tahu musuhmu” dan “tidak tahu diri sendiri”, maka kekalahan adalah suatu yang pasti

Faktor Utama Kegagalan Pribadi

Mengapa kita gagal dalam berkomunikasi dengan orang lain? Tentu pertanyaan ini sering kita pertanyakan kepada diri kita sendiri. Atau pertanyaan: mengapa orang lain tidak memahami apa yang saya maksudkan? Perhatikan gambar di bawah ini:

Gambar 4. Bagan Pengalaman ditambah Pengetahuan
Pengalaman ditambah pengetahuan akan menghasilkan kompetensi yang selalu dipakai banyak orang ataupun perusahaan untuk menilai seseorang bisa bekerja atau tidak untuk menempati suatu posisi jabatan tertentu. Untuk itu kita bisa lihat bagaimana dominasi iklan pencari tenaga kerja yang hanya mensyaratkan CV/resume dan pengalaman.

Perhatikan apa yang terjadi! Riset di lapangan menunjukkan banyak sekali kegagalan setelah perekrutan. Setelah proses tanda tangan kontrak, ternyata karyawan yang direkrut tidak sesuai dengan yang diharapkan. Mengapa hal ini bisa terjadi? Perhatikan lagi gambar di bawah ini:

Gambar 5. Bagan Pentingnya Sikap dalam Kinerja
Jadi, ternyata pengalaman ditambah dengan pengetahuan saja tidak cukup, harus ada sikap. Dengan menunjukkan sikap >=80% akan menghasilkan kinerja yang baik. Nah, membaca seseorang adalah sama dengan kita belajar membaca sikap yang merupakan pedoman kerja perilaku seseorang. Ibarat sebuah handphone yang paling murah sekali pun akan diberikan sebuah manual (pedoman kerja perilaku alat). Di dalam manual, kita bisa mengetahui kegunaan tombol-tombol yang terdapat pada handphone, persyaratan serta habitat dimana alat tersebut boleh digunakan, termasuk juga larangan-larangan seperti tidak boleh digunakan di dalam air. Dengan membaca manual, resiko kerusakan dapat dihindari paling tidak diminimalkan. Dan semakin hari pertanyaan akan semakin berkembang sesuai dengan kebutuhan masyarakat akan perkembangan teknologi yang mengakibatkan adanya fitur-fitur baru.
Handphone saja masih dilindungi garansi jika mengalami kerusakan. Bandingkan dengan kehidupan manusia. Betapa beresikonya kalau seseorang tidak menyadari hal tersebut bahwa dia telah melakukan ”kesalahan pencet tombol” atau sedang berada pada ”habitat yang salah”, karena apabila terjadi kerusakan (baca: impoten) belum tentu ada garansinya bukan?

Apakah mudah membaca pedoman kerja perilaku seseorang?

Ilustrasi B: Seorang pria meletakkan sepatunya di depan kamar dengan maksud supaya dibersihkan oleh pelayan kamar. Saat pelayan kamar melintasi kamarnya, tiba-tiba si pelayan pingsan. Di kesempatan yang lain, ketika pria tersebut berada di gym dan ingin mengganti sepatu, lalu semua orang yang sedang berada di gym pingsan. Pria ini makin bingung karena semakin banyak orang di sekitarnya yang pingsan. Di kantor, ketika sedang rapat, pria ini merasa gatal di kakinya, lalu dia membuka sepatu dengan maksud supaya dapat menggaruk jari kakinya yang gatal. Sedetik setelah dia membuka sepatunya, semua peserta rapat jatuh pingsan. Pria tersebut semakin bingung dengan fenomena pingsan yang terjadi di sekitarnya. Suatu malam, pria tersebut diundang makan malam oleh seorang teman berkebangsaan Jepang. Selayaknya budaya Jepang, untuk sopan santun harus membuka harus membuka sepatu sebelum masuk ruangan. Tiba-tiba saja pria tersebut dilempar keluar beserta dengan sepatunya. Dan pria ini semakin bingung. Di suatu kesempatan yang lain, pria tersebut nonton di bioskop. Ketika dia membuka sepatunya, yang terjadi adalah semua pengunjung bioskop lari keluar sambil berteriak histeris. Untuk menjawab pertanyaan yang mengganjal selama ini, pria tersebut mencoba mencium sepatunya dan dia merasa tidak ada yang aneh dengan bau sepatunya. Tapi kenapa orang lain pingsan, marah, bahkan takut ketika dia membuka sepatunya?

Demikianlah, ternyata sebelum kita bersikap yang benar terhadap orang lain maka kemungkinan yang terjadi adalah reaksi negatif yang ditunjukkan oleh orang-orang di sekitar kita. Ibarat bau mulut, bau badan, atau bau kaki kita, sisi negatif dari perilaku kita bisa membuat orang lain kerepotan bahkan ”bergelimpangan”. Jadi, betapa fatalnya bila kita saja sulit menyadari bau mulut (baca: sisi negatif) kita sendiri. Di sisi lain, tentunya kita juga tidak mau dikatai bau mulut oleh orang-orang terdekat kita sekalipun. Dan hal tersebut akan menciptakan suasana tidak nyaman.

Dalam beberapa kasus yang ditemui pada saat konseling, betapa banyaknya para pimpinan (leader) yang kesulitan mengungkapkan kesalahan atau kelemahan dari bawahannya karena apabila langsung disampaikan akan mendapatkan reaksi melawan (karena tersinggung). Sebagai contoh, ketika seorang pimpinan mencoba menjelaskan bahwa bawahannya terlalu galak kepada teman-teman kerjanya yang lain, ternyata reaksi yang diberikan bawahan tersebut adalah justru menantang siapa yang mengatakan kalau dia galak. Dan contoh kasus yang lain, si bawahan akan memberikan komentar bahwa sikap dia selama ini belum tepat disebut galak. Nah, sampai disini mungkin sang pimpinan jadi garuk-garuk kepala atau bisa saja akan menjadi lawan di kemudian hari.

Ketika menghadapi kasus seperti di atas, kita jadi ingat salah satu humor Mati Ketawa Cara Rusia, yaitu ketika seorang demonstran yang teriak-teriak di lapangan Merah: ”Kaisar gila, Kaisar gila, Kaisar gila.” Si demonstran langsung ditangkap dan diadili. Hakim langsung menjatuhkan hukuman seumur hidup. Ketika sang demonstran bertanya, maka jawaban dari hakim adalah bahwa untuk keributan dan teriak-teriak dikenakan hukuman penjara 5 tahun, sementara untuk ucapan yang dia lontarkan saat demonstrasi telah melanggar pasal dengan hukuman seumur hidup yang berisi tentang ”membocorkan rahasia negara”.

Rupanya hal-hal seperti itulah (seperti yang telah dijabarkan sebelumnya) yang sering dilanggar oleh para pembelajar karakter yang setengah-setengah. Kita bisa saja terpancing memberikan jawaban yang sebenarnya adalah ”rahasia negara” seseorang, dan jika kita sampaikan kepada yang bersangkutan dengan cara yang salah akan mengakibatkan dia merasa sakit hati bahkan sangat tersinggung, dalam beberapa kasus bisa dibalas dengan ”membunuh”.

Manajemen Perilaku sebagai Cermin Perilaku

Banyak permasalahan seperti yang telah dijelaskan pada bab-bab sebelumnya, maka sangat disarankan bila kita pribadi memiliki sebuah cermin pribadi yang bersifat menjelaskan siapa diri seseorang dimana dalam waktu hanya 10 menit saja kita dapat membaca orang lain sehingga membantu kita dalam berinteraksi di dalam lingkungan baik itu lingkungan pekerjaan maupun luar pekerjaan.

Secara umum, perilaku dan lingkungan yang disukai dikategorikan menjadi 4 dimensi perilaku:
1. Perilaku dominan: lebih suka dengan lingkungan yang “menguasai dan menghasilkan sesuatu”
2. Perilaku intim: lebih suka dengan lingkungan yang “bersosial”
3. Perilaku stabil: lebih suka dengan lingkungan yang “teratur dan tidak terganggu”
4. Perilaku cermat: lebih suka dengan lingkungan “berkualitas dan benar/aman”
Lebih lanjut ke-4 dimensi perilaku tersebut digambarkan dalam 4 kutub cermin Manajemen Perilaku seperti ditunjukkan gambar di bawah ini:

Tentu saja pembelajaran tentang karakter ini tidak bisa disamakan seperti belajar teori atau pengetahuan semata. Karena justru yang lebih penting adalah bagaimana kita mampu menjelaskan bagaimana seseorang itu mengenali dirinya sendiri dibandingkan ketika bisa mengetahui orang tersebut dari satu pihak saja.

Apakah Anda mengenali “teman main” atau “teman kerja”?

Setelah Anda menganalisa kehidupan Anda, menurut Anda manakah yang lebih banyak: teman main atau teman kerja? Atau jangan-jangan kita tidak bisa membedakan antara keduanya? Nah, sudah bisakah Anda mengetahui perbedaannya denga jelas? Perhatikan, hal ini adalah situasi yang sangat serius untuk dipelajari dalam mengenal aplikasi karakter seseorang, termasuk apakah pasangan (suami atau istri) Anda lebih banyak berperan sebagai teman kerja atau teman main, atau bahkan tidak kedua-duanya?

Pada dasarnya, masalah kita muncul atas reaksi perilaku kita sehingga melalui masalah, kita akan mengetahui perilaku yang utama di dalam diri kita. Dan seperti dalam kuadran masalah yang ditunjukkan pada gambar di bawah ini, sudahkah kita tahu apa yang menjadi masalah dalam kehidupan?


Gambar 6. Kuadran Masalah

Jika kita mempunyai masalah, maka seharusnya kita juga diharuskan “tau diri” sehingga dengan demikian kita mampu mengenali dan mengatasi bagaimana menyelesaikan masalah tersebut. Kuadran tau diri ditunjukkan oleh gambar berikut:


Gambar 7. Kuadran Tahu Diri

Bagaimana “membaca” atau “dibaca” oleh orang lain dalam 10 menit?
Untuk mengetahui perilaku seseorang bisa dilihat melalui pasangan hidup atau keluarga dekat atau teman dekat.

Apa yang terjadi bila kita kalah cepat membaca orang yang ada di hadapan kita?
Maka itulah yang kita sebut sebagai keadaan ”grogi” atau ”salah tingkah”. Betapa sering kita melihat seseorang menjadi ”sok akrab”, ”sok tahu”, dsb. Semua hal tersebut bisa muncul akibat ketidakmampuan kita membaca perilaku orang yang ada di depan kita.

”Hot Button” vs ”Panic Button”

Ada 2 hal penting yang perlu kita ketahui dari seseorang, yaitu ”hot button” dan ”panic button”. Jika kita memencet tombol yang salah, apakah yang bakal terjadi? Bila ternyata yang kita pencet adalah “panic button”. Tentu saja dia marah dan tidak terima. Jadi, dalam menghadapi orang lain kita perlu tahu “panic button”nya sehingga kita bisa berhati-hati untuk tidak memencetnya. Sebaliknya dengan ”hot button”, jika kita pencet tentu membuat orang itu senang dan nyaman dengan kita.

Pengenalan yang baik akan ”hot button” dan ”panic button” akan membawa kita kepada penjelasan bahwa mengapa banyak sekali para pemimpin yang menyerahkan soal motivasi tim kepada seorang motivator. Seperti yang sudah diketahui secara umum, bahwa bila peserta tidak diajak mengenali ”hot button” dan bekerja sama dengan si motivator akan mengakibatkan efek ”hot-hot chicken shit” (baca: panas-panas tahi ayam) atau paling banter efek ”hot-hot bull shit”. Karena pada dasarnya setiap orang punya ”hot button” yang merupakan motivasi pribadi. Apabila sang pemimpin (leader) mampu bersama tim bisa menemukan masing-masing ”hot button”nya maka betapa dasyatnya efeknya bersama motivator yang tepat, bukan?

Manajemen Perilaku

Program Manajemen Perilaku dimulai dari tahap Capitalize, yaitu bagaimana mengenali “jaguar” atau “hummer” Anda. Setiap orang pasti memiliki salah satu dari kendaraan tercepat mereka dalam bisnis. Demikian juga, setiap orang juga pasti memiliki becak yang merupakan kendaraan yang lambat dalam bisnis. Bila kita tidak tahu akan kedua hal tersebut, besar kemungkinan kita selama ini menggunakan becak atau bahkan menumpang kendaraan orang lain.

Contoh perilaku yang dibutuhkan orang lain:
1. nilai WIBAWA atau TABRAK?
2. nilai KARISMA atau JANJI MANIS?
3. nilai RASA AMAN atau ANCAMAN?
4. nilai KECERDIKAN atau KELICIKAN?

Perhatikan, sisi negatif setiap perilaku tidak mudah dijelaskan oleh pihak lain karena itulah ”bau mulut” atau ”bau badan” seseorang yang sebaiknya jangan pernah diucapkan seorang pemimpin kepada timnya. Masih ingat kan ilustrasi tentang orang pingsan karena bau sepatu? Atau cerita tentang seorang demonstran yang "membocorkan rahasia negara"?

Kemudian masuk ke dalam tahap Blending. Disini kita akan mempelajari bagaimana seseorang bila sedang berpacaran, dimana sebenarnya sudah sangat jelas bahwa perbedaan karakter yang membuat seseorang itu tertarik akan pasangannya. Tetapi justru disinilah potensi konflik yang luar biasa, termasuk seseorang yang baru mulai bekerja dan sedang dalam masa percobaan. Oleh karena itu perlu dijelaskan dan diberikan pelatihan bagaimana perbedaan tersebut sebenarnya adalah kekuatan dalam hal saling melengkapi. Tentu saja disinilah peran seorang coach sangat tepat. Ibarat kita mau melatih seorang atlit balap lari tetapi kita menggunakan jasa pelatih balap kuda. Tentu saja ini merupakan sebuah kesalahan. Teknik blending ini merupakan kunci juga bagi kelas buying & selling skill dimana kita belajar bagaimana menjual kepada seseorang tanpa pernah ditolak.

Tahap selanjutnya, kita perlu belajar Modifikasi. Disini kita akan mengerti bahwa hanya diri kitalah yang bisa merubah sisi lemah (bukan sisi negatif) dari karakter kita. Tentu saja teknik ini bukan membuat kita menjadi salah ”upgrade” becak menjadi sedan, sementara sedan kita malah disimpan alias tidak digunakan. Kesalahan memodifikasi juga bisa mengakibatkan kesalahan yang fatal dan mengakibatkan trauma yang berkepanjangan sehingga akan menjadi mubazir.

Tahap terakhir adalah Complimentary. Teknik ini merupakan teknik paling mujarab di dalam aplikasi Team Building, dimana kekuatan yang satu menutupi kelemahan yang lainnya sehingga terjadi keseimbangan yang permanen dan dinamis. Sudah sering kali kita lihat seseorang menjadi pemimpin serba bisa dan ini mengakibatkan jurang yang memisahkan semakin jauh dan bisa menyebabkan rasa frustasi bagi masing-masing pihak.

Belajar memimpin dan dipimpin adalah sama pentingnya. Dalam hal ini yang dibutuhkan
adalah seseorang di dalam leadership situational.
Seperti yang sudah dijelaskan dalam buku ini, bahwa pentingnya bagi kita untuk dapat membaca orang lain dalam 10 menit. Semua hal yang telah dijelaskan dalam buku ini adalah intisari dari Manajemen Perilaku yang dilaksanakan oleh Care Plus Indonesia®. Coaching ini diberikan dalam 6 modul basic dan 6 modul advance selama total 24 jam. Coach akan diberikan dalam bahasa Indonesia dilengkapi dengan handbook, bahan coach, teknik penyampaian audio/video/kinestetis, role play, dan kampanye bersama sehingga menjamin setiap peserta atau kelompok bisa membaca orang dalam 10 menit.

Care Plus Indonesia® menjamin untuk memberikan garansi dalam pemanfaatan Behavioral Style Management Coach di dalam rekrutmen, closing bisnis, team work caring, goal setting, bahkan kampanye Selling, Rekrut, Maintain, dan Perencanaan bersama seumur hidup!.

Care Plus Indonesia® memberikan garansi konsultasi/konseling seumur hidup (Life Time Counseling®), bagi setiap kliennya. Hal ini merupakan tanggung jawab yang sangat berbeda dari cara seseorang yang mempelajari teknik hanya sebagai “tameng” atau ”tukang stempel/labelling” bagi pribadi atau orang lain. Saat ini sudah puluhan-ribu klien yang telah dilayani Care Plus Indonesia® dalam 4 tahun terakhir ini (lihat testimoni dari pelanggan Care Plus Indonesia®).

Untuk permintaan presentasi review atas bahan, dapat menghubungi Care Plus Indonesia® melalui alamat email careplusindonesia@gmail.com.

SELURUH BAHAN INI ADALAH HAK CIPTA DARI Care Plus Indonesia®
Untuk kebutuhan lebih lanjut bisa hubungi kami GRATIS.